Setiap tanggal 24 Oktober, sekolah, komunitas, dan pemerintah di seluruh dunia memperingati Hari PBB. Hari ini mengingatkan kita pada satu gagasan sederhana namun sangat kuat: bahwa negara-negara di dunia dapat bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih damai, adil, dan berkelanjutan. Di era ketika anak-anak tumbuh dengan akses ke seluruh dunia melalui layar, berita, hingga pertemanan lintas negara, memahami Hari PBB menjadi semakin relevan.
Di Sekolah Lentera Kasih & Lollypop Preschool, kami percaya bahwa membentuk warga dunia (global citizen) dimulai dengan membantu anak memahami dunia tempat mereka hidup. Maka dari itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian Hari PBB, sejarahnya, peran PBB, kiprah Indonesia di dalamnya, sampai ide seru untuk merayakannya di sekolah maupun di rumah.
Apa Itu Hari PBB?
Hari PBB atau United Nations Day adalah peringatan tahunan setiap tanggal 24 Oktober untuk menandai hari ketika Piagam PBB resmi berlaku pada tahun 1945. Piagam PBB merupakan dokumen pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa—semacam “buku aturan” yang memuat tujuan, prinsip, dan struktur organisasi tersebut.
Lebih dari sekadar tanggal di kalender, Hari PBB adalah momen untuk merefleksikan pencapaian PBB sekaligus tantangan yang masih harus dihadapi dunia bersama, mulai dari kemiskinan, kelaparan, perubahan iklim, hingga hak asasi manusia. Bagi sekolah, Hari PBB juga menjadi kesempatan yang sangat baik untuk merayakan keberagaman, mengenalkan anak pada berbagai budaya, serta membicarakan nilai-nilai seperti kasih, kerja sama, dan perdamaian dengan cara yang bermakna dan menyenangkan.
Sejarah Hari PBB: Dari Piagam PBB hingga Perayaan Global
Kisah Hari PBB berawal dari berakhirnya Perang Dunia II. Pada tahun 1945, perwakilan dari 50 negara berkumpul di San Francisco dalam Konferensi PBB tentang Organisasi Internasional untuk menyusun Piagam PBB. Setelah menyaksikan dahsyatnya dua perang dunia, negara-negara ini memiliki tujuan yang sama: mencegah konflik di masa depan dan menciptakan wadah bagi setiap negara untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog, bukan perang.
Piagam PBB mulai berlaku pada 24 Oktober 1945 setelah diratifikasi oleh mayoritas negara penandatangan, termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu Tiongkok, Prancis, Uni Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat. Sejak hari itu, PBB resmi berdiri.
Dua tahun kemudian, pada tahun 1947, Majelis Umum PBB mengesahkan Resolusi 168 yang menetapkan 24 Oktober sebagai Hari PBB, dan peringatan ini dirayakan setiap tahun sejak 1948. Pada tahun 1971, Majelis Umum melangkah lebih jauh melalui Resolusi 2782 yang merekomendasikan negara anggota untuk menjadikan hari ini sebagai hari libur nasional. Kini, Hari PBB diperingati di seluruh dunia melalui pertemuan, pameran, pertunjukan budaya, dan berbagai kegiatan edukatif.
Baca Juga: Mengapa Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Internasional? Menelusuri Sejarah dan Dominasi Global
Mengenal PBB: Tujuan dan Badan-Badan Utamanya
Untuk memaknai Hari PBB, kita perlu memahami apa saja yang dilakukan oleh PBB. Berdasarkan Piagamnya, tujuan utama PBB adalah menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa, serta mendorong kerja sama internasional dalam menyelesaikan masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan, termasuk memajukan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
PBB menjalankan tugasnya melalui enam organ utama:
- Majelis Umum: Forum utama tempat seluruh 193 negara anggota memiliki suara dan hak pilih yang setara.
- Dewan Keamanan: Bertanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan internasional, dengan 5 anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap.
- Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC): Mengoordinasikan kerja PBB di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.
- Mahkamah Internasional: Badan peradilan utama PBB yang berkedudukan di Den Haag untuk menyelesaikan sengketa hukum antarnegara.
- Sekretariat: Dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dan menjalankan kegiatan harian organisasi.
- Dewan Perwalian: Dibentuk untuk mengawasi wilayah-wilayah menuju pemerintahan sendiri, dan menghentikan operasinya pada tahun 1994 setelah tugasnya selesai.
Banyak anak sebenarnya sudah mengenal PBB melalui badan-badannya tanpa menyadarinya, seperti UNICEF yang melindungi hak anak, UNESCO yang memajukan pendidikan dan budaya, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada tahun 2015, negara-negara anggota PBB juga mengesahkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), sebuah rencana bersama untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, dan memastikan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang pada tahun 2030.
Indonesia dan PBB
Indonesia memiliki sejarah panjang dan membanggakan bersama PBB. Hanya beberapa tahun setelah memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB pada 28 September 1950. Pada tahun 1965, di tengah konfrontasi dengan Malaysia, Indonesia sempat menghentikan partisipasinya, namun kembali aktif sepenuhnya pada tahun 1966 dan tetap menjadi anggota aktif hingga kini.
Kontribusi Indonesia di panggung dunia pun sangat berarti. Indonesia telah empat kali menjabat sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (1974–1975, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2020), dan diplomat Indonesia Adam Malik pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB pada tahun 1971. Sejak tahun 1957, Indonesia juga telah mengirimkan ribuan personel pasukan perdamaian melalui Kontingen Garuda ke berbagai misi PBB di dunia, dan konsisten masuk dalam jajaran negara penyumbang pasukan terbesar.
Menceritakan kisah-kisah ini kepada anak membantu mereka melihat bahwa Indonesia bukan sekadar peserta dalam urusan global, melainkan kontributor yang dihormati dalam menjaga perdamaian dunia. Hal ini juga menanamkan rasa bangga dan tanggung jawab bahwa mereka pun dapat membawa perubahan di luar lingkungannya sendiri.
Mengapa Hari PBB Penting bagi Anak dan Siswa?
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa peringatan tentang sebuah organisasi internasional penting bagi anak-anak? Jawabannya terletak pada nilai-nilai yang diwakilinya. Hari PBB mengenalkan anak pada gagasan bahwa orang-orang dari negara, budaya, dan keyakinan yang berbeda dapat hidup dan bekerja sama dengan damai. Inilah fondasi dari empati, toleransi, dan wawasan global—kualitas yang sangat penting di dunia yang semakin terhubung.
Bagi siswa yang lebih besar, Hari PBB membuka pintu menuju pembelajaran yang lebih mendalam. Mendiskusikan isu global seperti perubahan iklim, akses pendidikan, atau hak anak membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Kegiatan seperti Model United Nations (MUN) juga melatih siswa untuk melakukan riset, berbicara dengan percaya diri, bernegosiasi, dan menghargai pendapat yang berbeda—keterampilan yang sangat dibutuhkan di bangku kuliah dan dunia kerja.
Baca Juga: Panduan Struktur Debat Komprehensif ala Sekolah Lentera Kasih
Ide Seru Merayakan Hari PBB di Sekolah dan di Rumah
Merayakan Hari PBB tidak harus rumit. Berikut beberapa ide menarik untuk anak dari berbagai usia:
- Parade Pakaian Budaya: Anak mengenakan pakaian tradisional dari daerah di Indonesia atau negara lain dan membagikan satu fakta menarik tentang budaya tersebut.
- Festival Kuliner Internasional: Keluarga membawa hidangan khas dari berbagai daerah dan negara, sehingga waktu makan siang berubah menjadi pelajaran lezat tentang keberagaman.
- Mini Model UN: Siswa yang lebih besar mewakili berbagai negara dan berdebat tentang isu global sederhana, misalnya mengurangi sampah plastik.
- Proyek Seni “Dunia yang Aku Impikan”: Anak yang lebih kecil menggambar atau melukis harapan mereka untuk masa depan, terinspirasi dari SDGs.
- Belajar Menyapa: Berlatih mengucapkan salam dalam enam bahasa resmi PBB, yaitu Arab, Mandarin, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol.
- Story Time tentang Berbagi dan Kebaikan: Bagi anak usia prasekolah, cerita sederhana tentang persahabatan dan saling menolong adalah cara lembut untuk mengenalkan semangat Hari PBB.
Di rumah, orang tua dapat melanjutkan percakapan dengan melihat peta dunia bersama, membacakan buku tentang anak-anak di negara lain, atau memilih satu aksi kecil keluarga—seperti menghemat air—yang mendukung tujuan global.
Merayakan Hari PBB di Sekolah Lentera Kasih & Lollypop Preschool

Di Sekolah Lentera Kasih & Lollypop Preschool, Hari PBB bukan sekadar acara bertema, melainkan cerminan nilai-nilai yang kami tanamkan setiap hari. Kurikulum berbasis Cambridge kami mendorong siswa untuk berpikir global, berkomunikasi dengan percaya diri dalam bahasa Inggris, dan memahami dunia dari berbagai sudut pandang, sementara pendidikan karakter Kristiani mengingatkan mereka untuk mengasihi dan menghormati sesama.
Perayaan Hari PBB ini menghidupkan komunitas sekolah kami yang beragam dan dinamis melalui parade sekolah, dekorasi kelas yang penuh warna, kostum tradisional atau khas dari tiap negara yang diwakili, serta hidangan khas dari berbagai negara. Bagi anak-anak di Lollypop Preschool, momen ini menjadi pengenalan budaya yang menyenangkan lewat lagu dan cerita. Sementara bagi siswa Sekolah Lentera Kasih, ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi isu-isu global, berkolaborasi dalam proyek, dan mengasah keterampilan sebagai warga dunia sejati.
Hari PBB adalah perayaan atas momen ketika dunia memilih kerja sama dibandingkan konflik. Berawal dari Piagam PBB tahun 1945 hingga perannya saat ini dalam memajukan perdamaian, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan, PBB mengingatkan kita bahwa tantangan global paling baik diselesaikan bersama. Peran aktif Indonesia—mulai dari keanggotaannya sejak 1950 hingga kiprah pasukan perdamaian dan para diplomatnya—memberikan alasan lebih bagi anak-anak kita untuk merasa bangga dan terinspirasi.
Sekolah Lentera Kasih & Lollypop Preschool berkomitmen untuk membentuk siswa yang unggul secara akademis, penuh kasih, dan siap berkontribusi bagi dunia yang lebih baik. Karena setiap warga dunia yang hebat berawal dari seorang anak yang penuh rasa ingin tahu dan belajar untuk peduli.
Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana kami mempersiapkan siswa menjadi warga dunia yang percaya diri? Hubungi kami dan jadilah bagian dari komunitas belajar kami!


